kata hubung yang tiba-tiba melintas di benakku ketika di hari ini aku menuliskan sedikit suara yang ada di hatiku
sebenarnya dari tulisan ini akan terdengar suara dari hatiku yang aku mengerti benar akan lebih membuat hati ini menjadi gundah.Kegundahan hati ini aku yakini akan terlewati dengan berjalannya waktu tapi yang belum bisa aku definisikan adalah usahaku dalam menjalani waktu itu.
berbagai kata “dan” akan muncul apabila aku mencoba kembali mengulang memori di hatiku, semua itu pun rasanya hanya membuat aku kembali kepada kegundahan hati yang lagi lagi aku yakini akan dikalahkan oleh waktu.
begitu banyak kata “dan” yang telah memberikan harapan kepada diriku yang akhirnya aku tak mengira bahwa sang Maha Pembuat Keputusan telah menunjukkan kepadaku bahwa kata-kata “dan” belumlah cukup bagiku
kata-kata “dan” saat ini belum bisa menjeritkan apa yang hatiku ingin teriakan, berbagai sensasi yang ada di hatiku rasanya takkan pernah cukup diteriakkan lewat kata-kata “dan” ini.
di penghujung tulisanku ini, aku ingin meneriakkan sedikit jeritan hatiku, mungkin yang memang akan aku teriakkan akan cukup susah untuk tersampaikan tepat pada sasarannya.Kira-kira beginilah teriakan hatiku
dan apakah semua yang kamu katakan itu benar?
dan apakah memang aku tidak pernah menyentuh hatimu barang sedikit?
dan mengapa aku selalu mengira bahwa kamu mengetahui segala sesuatu tentang aku padahal aku tidak pernah mengetahuimu secara lebih?
dan apakah kamu benar-benar tidak merasakan getaran yang aku sampaikan ke hatimu?
dan apa maksudmu melakukan segala hal yang setidaknya menurutku dan beberapa kawan-kawanku memberikan harapan untukku?
dan tahukah dirimu bahwa kau lah yang selalu kutanyakan kepada kawan-kawan ku?
dan mengapa dirinya yang akan membagi harapan bersamamu belum pernah tuntas kau sampaikan kepadaku?
dan sebegitu kurangnya kah diriku hingga bisa dianggap hanya sebagai angin lalu?
dan tahukah kamu?Kau telah mengisi doa-doa ku semenjak aku mencoba menaruh harapan padamu
dan apakah memang yang kutulis saat ini hanya sebagai akibat ketakutan ku akan kesulitan ku untuk menggapai harapan bersamamu?
dan sadarkah kau aku ini hanya manusia yang diberi karunia oleh sang Pencipta berupa pemikiran untuk dapat membagi harapan bersamamu?
Dan ketika pemikiran itu diambil dariku apakah kau kira aku tidak merasakan sakit,sedangkan dirimu seperti tidak mengerti akibatnya pada diriku?
Mungkin tulisan ini takkan pernah cukup menyampaikan isi hatiku dan mungkin juga tulisan ini adalah bukti kelabilan emosiku.Tapi biarlah tulisan ini menjadi pembelajaran untuk diriku sendiri.Tidak perlu dirimu merasakan hal yang kurasakan.
Jujur aku belum bisa ikut bahagia dan memberikan selamat kepadamu secara tulus dan ikhlas , dan apabila itu adalah dosa yang harus kutanggung di hari akhir nanti rasanya aku akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat mempertanggungjawabkannya.
Terlalu panjang tulisan ku yang aku yakini akan membuat semua orang malas membacanyanya, aku sudah cukup berterima kasih bila ada yang melihat bahkan judul dari tulisan ku ini
Percayalah bahwa tulisan ku ini dengan izin Tuhan semesta alam akan sedikit banyak membantuku melewati waktu-waktu yang telah kusampaikan pada awal tulisan ini.
Di akhir tulisan ini aku memanjatkan doa kepada Allah swt agar apa yang aku tulis disini akan memberikan yang terbaik pada diriku dan memberikan perlindungan kepadaku dari perkataan yang salah dan menyakitkan hati orang yang membacanya
“dan” harap kau tenang karena ketahuilah bahwa aku akan tetap memanjatkan doa bagimu di setiap waktu yang kumiliki bersama Sang Kuasa
sekian dulu “dan” terimakasih
DIarsipkan di bawah: Free as a bird | Leave a Comment »